Kaum difabel, sering kali dipandang sebelah mata oleh kalangan masyarakat pada umumnya. Hal ini disebabkan oleh suatu keterbatasan yang dimiliki oleh kaum difabel, seperti keterbatasan dalam penglihatan, pendengaran, berkomunikasi dan berbagai keterbatasan lainnya.
Hal – hal tersebut membuat kaum difabel kesulitan dalam melakukan aktivitasnya sehari – hari sehingga sangat tidak memungkinkan untuk melakukan bekerja layaknya masyarakat pada umumnya. Melihat hal itu, Owner VirageAwie (Adang Muhidin) tergerak untuk memberdayakan para kaum difabel di lingkungan sekitarnya.
VirageAwie adalah sebuah komunitas yang didirikan oleh Adang Muhidin, sebagai komunitas yang mengayomi dan memfasilitasi para kaum difabel untuk meningkatkan kualitas diri difabel dengan melatih dan mengajarkan cara membuat berbagai kerajinan yang berasal dari bambu. Dengan menggunakan bahan baku yang berasal dari wilayah sekitar, para difabel mampu membuat berbagai karya kerajinan yang berasal dari bambu dengan kualitas yang bagus.
Ada berbagai macam karya kerajinan bambu yang dibuat oleh kaum difabel di VirageAwie ini. Seperti cangkir, coffee maker, sumpit, asbak, jam tangan dan lainnya. Namun, karya paling menakjubkan yang kaum difabel buat adalah Awietronix.
Awietronix ini adalah sebuah alat musik yang pembuatannya berbahan dasar bambu. Dengan berbagai keterbatasan alat dan bahan, para difabel ini berhasil membuat berbagai alat musik berbahan dasar bambu dengan kualitas yang sangat bagus. Beberapa alat musik yang telah dibuat oleh para difabel ini diantaranya adalah drum, guitar, bass.
Karya Awietronix itu sendiri telah dikenalkan oleh sang owner VirageAwie yaitu Adang Muhidin ke berbagai negara besar dan telah mengikuti berbagai event di berbagai negara seperti China, Perancis, dan Singapura. Sehingga kerajinan bambu dan Awietronix ini penjualannya tidak hanya di Indonesia saja, tapi sudah menembus ke pasar internasional.
Hal ini menjadi sebuah pembuktian pada masyarakat dan bahkan dunia, bahwa kaum difabel pun bisa berkarya dan menghasilkan sebuah kerajinan berkualitas yang bisa dikenal di berbagai dunia. Sehingga dengan hasil ini, diharapkan semakin memotivasi kaum difabel untuk terus berkarya supaya bisa terus meningkatkan kualitas diri para difabel untuk bisa bersaing di masyarakat dan juga membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar.


