Siapa sangka, di sebuah desa di Bandung barat, ada UMKM yang tidak hanya menghasilkan produk – produk unik berbahan dasar bambu, tapi juga menjadi peluang bagi teman – teman difabel untuk berkarya dan mandiri. UMKM ini adalah virageawie.
Virageawie didirikan oleh Adang Muhidin pada tahun 2011 dengan filosofi “ pirageawie” yang artinya “hanya bambu”. Dari filosofi tersebut virageawie mengubah persepsi tentang bambu yang awalnya sebagai material nilai rendah menjadi produk berkualitas dan bernilai tinggi. Virageawie, yaitu UMKM yang berlokasi di Jalan Raya Batujajar No.81, Cimareme, Ngamprah, Bandung Barat.
Bambu, yang selama ini dikenal sebagai bahan bangunan sederhana, kini disulap oleh Virageawie menjadi beragam produk inovatif. Mulai dari alat musik, kerajinan, hingga perangkat elektronik seperti speaker aktif Awietronix dll, semuanya terbuat dari bambu bahan alami yang ramah lingkungan.
Salah satu hal yang membuat Virageawie istimewa yaitu komitmennya dalam memberdayakan kaum difabel. virageawie melibatkan penyandang disabilitas dalam proses produksi, mulai dari tahap persiapan bahan hingga finishing. Dengan begitu, para difabel tidak hanya mendapatkan penghasilan, tapi juga merasakan adanya penghargaan dan kesempatan untuk berkarya.
Virageawie bukan sekedar UMKM yang mencari keuntungan, tetapi di balik setiap produk yang terjual, ada semangat untuk memberdayakan, menginspirasi, dan mengubah hidup. Virageawie ingin membuktikan bahwa difabel bisa mandiri dan berkarya, serta menjadi bagian dari solusi untuk masalah sosial.
Dengan ikut serta dalam proses produksi, teman-teman difabel tidak hanya belajar cara membuat produk, tapi juga belajar gimana caranya biar produk itu laku keras di pasaran. Jadi, mereka juga punya kesempatan untuk buka usaha sendiri, nyiptain lapangan kerja, dan hidup jadi makin berkualitas. Virageawie emang keren banget, ya! Mereka menunjukan kalau teknologi dan keberagaman itu bisa jalan bareng dan menghasilkan hal-hal yang bermanfaat buat banyak orang.
Virageawie membuktikan bahwa bisnis yang baik itu bisa lahir dari kepedulian. Dengan mengangkat potensi bambu dan melibatkan komunitas difabel, mereka berhasil menciptakan produk – produk kerajinan yang tak hanya indah, tapi juga bermakna. Kepopuleran produk-produk bambu Virageawie di pasar domestik dan internasional menjadi bukti bahwa konsumen semakin cerdas dalam memilih produk yang ramah lingkungan dan bernilai sosial.
Berkat Virageawie, kita jadi lebih peduli sama teman – teman difabel dan mulai menghargai produk – produk lokal yang ramah lingkungan. Dengan beli produk mereka, kita tidak hanya dapat barang bagus, tapi juga ikut bantu teman – teman difabel.


